sgo77 login PWI kecam dugaan intimidasi wartawan pada laga Malut lawan PSM
Ternate (ANTARA) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Ternate mengecam dugaan tindakan intimidasi terhadap sejumlah jurnalis sgo77 loginsaat menjalankan tugas peliputan pada laga BRI Super League antara Malut United FC melawan PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha, Sabtu (7/3).
Ketua PWI Kota Ternate, Ramlan Harun dihubungi ANTARA, Minggu, menilai tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan karena menghambat kerja jurnalistik yang dilindungi oleh undang-undang.
Dia menegaskan wartawan yang melakukan peliputan dalam pertandingan tersebut telah mengantongi kartu identitas resmi dari penyelenggara kompetisi.
Menurut Ramlan, aktivitas jurnalistik memiliki payung hukum yang jelas melalui Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Karena itu, segala bentuk penghalangan terhadap kerja wartawan merupakan pelanggaran hukum.
"PWI Ternate mengecam keras segala bentuk upaya menghalang-halangi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik. Setiap orang yang menghambat kerja pers dapat dikenakan sanksi pidana dua tahun penjara sesuai UU Pers," ujar Ramlan.
Ramlan juga menyoroti dugaan intimidasi verbal serta tindakan oknum yang meminta wartawan menghapus hasil liputan berupa foto dan video.
Dia menilai tindakan tersebut merupakan bentuk pelanggaran terhadap kebebasan pers.
Ia menegaskan, produk jurnalistik yang dihasilkan dalam proses peliputan tidak boleh dihapus atau disensor secara paksa oleh pihak mana pun, karena hal itu bertentangan dengan prinsip kemerdekaan pers.
Dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers disebutkan bahwa tindakan yang menghambat atau menghalangi kerja jurnalistik dapat dipidana penjara paling lama dua tahun atau denda maksimal Rp500 juta. Ketentuan tersebut merujuk pada Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) serta Pasal 18 ayat (1) yang menjamin kemerdekaan pers sekaligus melarang segala bentuk penyensoran, pembredelan maupun pelarangan penyiaran.
Peristiwa dugaan intimidasi tersebut dialami sejumlah wartawan saat melakukan peliputan pertandingan BRI Super League di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate.
Salah satu wartawan Radio Republik Indonesia (RRI) Ternate, Irwan, mengaku dipaksa oleh seorang oknum yang diduga merupakan ofisial tim Malut United untuk menghapus dokumentasi video yang merekam perjalanan perangkat pertandingan usai laga Malut United melawan PSM Makassar.
Tidak hanya meminta penghapusan video, oknum tersebut juga diduga meminta steward stadion untuk mengusir sejumlah wartawan yang berada di tribun, meskipun mereka telah menggunakan ID Card resmi dari Super League.
"Kamu wartawan, kamu harus hapus video itu," teriak oknum tersebut sambil memprovokasi sejumlah suporter di sekitar lokasi.
Dalam peristiwa itu, pemilik utama Malut United FC, David Glen Oei, yang berada di lokasi juga sempat menegur wartawan yang melakukan peliputan.
Sementara, pimpinan media Halmahera Post, Firjal Usdek, yang turut memprotes tindakan intimidasi tersebut mengaku juga dikeluarkan dari tribun oleh sejumlah steward atas perintah ofisial tim.
Menurut Firjal, keberadaan para jurnalis di tribun stadion saat pertandingan berlangsung masih sesuai dengan aturan karena mereka menggunakan ID Card resmi peliputan.
"Kami di tribun menggunakan ID Card yang lengkap, kami juga tidak keluar batas," ujarnya.
Firjal menilai tindakan ofisial Malut United yang meminta wartawan menghapus rekaman video sangat bertentangan dengan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.
"Kami sangat kecewa atas tindakan yang kami terima malam hari ini,” katanya.
Sementara, pihak Malut United belum menyampaikan keterangan resmi terkait alasan permintaan penghapusan video oleh wartawan.
Dalam pertandingan tersebut Malut United yang bertindak sebagai tuan rumah harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang tim tamu PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate.
Baca juga: Malut United dan PSM Makassar berbagi satu poin di Ternate
Pewarta: Abdul Fatah
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
下一篇:Rizky Ridho sayangkan Persija kembali buang poin di kandang
相关文章:
- Pesan Umuh jelang Persib hadapi Persebaya di Surabaya
- Kurniawan anggap semua calon lawan di Piala AFF U17 cukup berat
- Bojan Hodak tegaskan persaingan meraih juara akan sengit hingga akhir
- Menkeu belum berencana naikkan harga BBM subsidi imbas harga minyak
- Juventus tumbangkan Pisa setelah evaluasi taktik
- Bali United ditahan imbang kontra Persijap tanpa gol
- PSIM kembali ke jalur kemenangan usai atasi PSBS 4
- PWI kecam dugaan intimidasi wartawan pada laga Malut lawan PSM
- PSIM kembali menang, Van Gastel masih beri catatan evaluasi
- Beckham Putra tekankan pentingnya jaga pola makan di Ramadhan
相关推荐:
- Prabowo pastikan ketersediaan pangan aman di tengah krisis global
- Persebaya tampil tanpa beban hadapi juara bertahan Persib
- Penjualan tiket FIFA Series 2026 dibuka, mulai Rp150 ribu
- Persis Solo jaga asa bertahan setelah kalahkan Persik 2
- Persita curi tiga poin penuh dari markas PSM Makassar
- Borneo bersyukur bawa pulang satu poin dari kandang Persija
- Persik siap hadapi Persis untuk kembali ke jalur kemenangan
- Rusia rancang resolusi DK PBB demi dorong gencatan senjata di Timteng
- Pelatih akui Madura United tampil buruk ketika dibantai Persita
- Bali United permalukan tuan rumah Arema FC 4
- Skuad Garuda untuk FIFA Series tunjukkan sikap realistis pelatih
- Perkelahian final kompetisi Brasil berujung 23 pemain dikartu merah
- Malut United dan PSM Makassar berbagi satu poin di Ternate
- Pelatih Arema evaluasi performa pemain usai ditumbangkan Bali United
- Persib Bandung berpesta lima gol ke gawang Madura United
- 41 pemain dipanggil untuk skuad sementara hadapi FIFA Series 2026
- Persik petik poin penuh di kandang setelah bekuk PSBS 2
- Nova Arianto panggil 28 pemain untuk ikuti TC timnas U
- Thom Haye ingin Persib manfaatkan pengalaman dari pertemuan pertama
- Borneo bersyukur bawa pulang satu poin dari kandang Persija
